Kata Penyayat Hati Tertulis beberapa karakter pada sebuah burung biru yang membawa perhatianku kali ini cukup tajam. Tidak biasanya kata sederhana yang tertera rapih disertai foto pemiliknya itu memiliki makna yang dalam bagiku. Ku baca dengan penuh tanya dan perhatian. Mengapa hati ini menjadi seperti pecahan kaca yang tertiup angin seperti debu? Dan mengapa rasa ini datang lagi? Padahal tidak ada undangan padanya. Ya Rabb aku semakin bingung mengapa ketika ia menuliskan kata itu, aku merasa seperti tersayat pedang samurai yang tajam tepat berada di uluh hatiku. Sengatan seperti listrik itu hinggap lagi, ya Rabb apa yang harus aku lakukan selain berserah hanya kepadaMu, menggangtungkan hatiku hanya padaMu. Tidak biasanya ia menuliskan kata-kata seindah itu. Kata yang biasa ia tuliskan adalah hal-hal yang penting saja. Tetapi mengapa sekarang ia menuliskan kata seindah itu?. Kata yang mungkin memang bagi setiap orang berkata itu hal wajar di tuliskan oleh seorang remaja la...
Postingan
Menampilkan postingan dari 2013
#iseng
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KETIKA KAU MENGHARGAIKU Ketika kau tersenyum padaku rasanya paradigmaku padamu dulu terhapus bagai debu yang tertiup oleh angin Tak ku kira kau akan menganggapku seperti tadi Tak ku kira kau akan menghargaiku seperti tadi Tak ku kira kau akan memperhatikanku seperti tadi Tak kukira kau akan tersenyum seperti tadi Aku dibuat gugup oleh keberadaanmu… Awalnya ku kira kau akan cuek bebek dengan memalingkan muka terus menerus seolah kau mengabaikanku, tetapi paradigmaku ini sirna sudah oleh mu yang mau memperhatikanku. Terima kasih karena selama hampir 4 tahun ini kau mampu memberi dan menjadi semangatku walau itu tidak secara langsung. Aku janji akan tetap menjaga hati ini untukmu dan menjagamu sehingga kelak kita bisa dipertemukan kembali pada sebuah tempat tujuan hidup manusia di akhirat nanti yaitu syurgaNya Alloh. Aamiin J Ya alloh tolong jaga dia untukku dan jaga aku untuk dia. Semoga Engkau menjadikan dia takdirku dan aku takdirnya. Senyumanmu yang selalu membuatkanku tak...
Cerpen ke-3
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DATE 24 th Di tengah ramainya suasana kelas baru, Riani hanya termenung diam sendirian pada bangku pojok yang didudukinya sedari tadi. Sebagai murid pindahan, Riani belum berani bersosialisasi dengan yang lainnya. Ia hanya bisa memandangi setiap kelompok murid yang sedang asyik bermain, ada yang sedang bergossip, memamerkan telepon genggam terbarunya, bermain kartu remi, bercanda satu sama lain, membaca buku, ada pula yang sibuk menghitung uang. Tidak ada seorang pun yang mengahampirinya untuk sekedar mengajaknya ngobrol atau paling tidak mengajaknya berkenalan, mereka semua asyik dengan kegiatan masing-masing tanpa memeperdulikan keberadaan dirinya. Namun berbeda hal nya dengan seseorang yang tepat duduk dibangku pojok sebelah kanan dari Riani, ia malah enak-enakan tidur ditemani alat pendengar musik yang tergantung di telinganya. “Tidak biasanya kantin sepi dikunjungi pembeli, padahal ini jam istirahat. Masa iya sih anak-anak disini ga punya uang, sekolah ini kan, sekolah e...
Cerpen ke-2 (vers.b.sunda)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sababna Keclak! Ci panon ragrag maseuhan foto zaman baheula anu geus rada luntur nyaéta foto awewe geulis anu keur mangku budak. Haténa ceurik sangkan hayang balik deui ka zaman baheula anu loba pisan kabungahan. Kabungahan anu henteu bisa di gantian ku nanaon ogé. Kabungahan sangkan bisa kénéh paamprok jonghok jeung indungna anu nya’ah pisan ka budakna. Keclak! Ci panon rarag deui maseuhan eta foto. Haté Faujiah inget kana kahirupan manéhna anu ngan saukur bisa dahar sangu jeung uyah wungkul, tatapi éta teu ngalunturkeun kahayang sangkan nu jadi indung ngabagjakeun jeung nyakolakeun budakna nepi ka jadi jelema anu bisa ngarobah dirina sorangan jeung nagarana. Lengeun bodas manéhna henteu ereun – ereun ngusapan éta foto bari terus ngagikgik ceurik. Haténa ngomong “Bu, hatur nuhun kana sadaya anu parantos ibu pasihan ka sim kuring, sangkan ayeuna sim kuring bisa ngawujudkeun kahayang sim kuring sareng kahoyong Ibu diuk di dieu maké jas bodas dina korsi jeung meja sorangan, ...